Make your own free website on Tripod.com

Orang-orang Pinter


Dulu kita repot oleh benernya orang-orang berkuasa
dan untuk itu kita bayarkan harta, perasaan dan nyawa
yang jumlahnya tak kira-kira

Sekarang kita sibuk oleh benernya orang-orang pinter
dan ongkosnya juga sama sekali tidak murah

Besok kita akan beralih pada benernya orang banyak
itu yang kita namakan demokrasi
Tapi karena orang banyak belum tentu benar, maka pertentangan
di antara orang banyak juga akan memakan korban yang mengerikan

Sampai akhirnya setelah zaman kecapekan
Setelah sejarah merasa letih
Orang akan baru mulai belajar
Tentang bener yang sejati

Allah Merasa Heran


Kalau aku menyaksikan hamba-hambaKu tidak
memenuhi hak-hakKu,
kalau Aku menyaksikan hamba-hambaKu lebih
mendengarkan nafsunya sendiri
daripada taat kepadaKu,
kalau Aku menyaksikan hamba-hambaKu
mendurhakaiKu,
bangkit amarahKu
dan Aku bermaksud akan menyiksa mereka
untuk Aku gantikan dengan makhlukKu yang baru.

Akan tetapi begitu Aku melihat hamba-hambaKu
berduyun-duyun
menuju masjid-masjid,
Akan tetapi ketika Aku menyaksikan hamba-hambaKu
duduk tenang dan mendengarkan firman-firmanKu,
dan Aku saksikan pula anak-anak mereka
mempelajari ajaran-ajaranKu,
maka tentramlah hatiKu dan redalah amarahKu,
redalah amarahKu.

Adanya hamba-hamba yang lemah inilah
yang membuat Allah menyelamatkan kita semua.
Doa hamba-hamba yang lemah inilah
yang membuat Allah melimpahkan rizkiNya.
Keikhlasan hamba-hamba
yang lemah inilah
yang membuat Allah tetap menyayangi kita semua.

Kita orang-orang besar, orang-orang kuat dan berkuasa
tidak sanggup menolong para yatim piatu zaman
dan fakir miskin dari sejarah,
Merekalah yang sesungguhnya menolong nasib kita semua dihadapan Allah.
Bukan kita menyantuni mereka,
melainkan merekalah yang menyantuni nasib kita dihadapan Allah.
Kita tidak sanggup mempersembahkan sorga kepada mereka,
karena justru melalui merekalah,
Allah menganugerahkan sorga kepada kita.
//Kaset Isyarat Zaman

Mohon Ampun


Jika diatas kemurahanMu kami diperkenankan berjaga
Bagi taburan rahmatMu di malam seribu bulan yang mulia
Maka bukan rizqi dan kesenangan yang kami minta
Bukan kedamaian atau apapun saja keenakan dunia

Melainkan ampunan

Hanya ampunan

Cukup ampunan

Atas segala kebodohan dan kelaliman
Yang telah kami tumpuk dengan sewenang-wenang


Emha