Make your own free website on Tripod.com
	TIGA NASEHAT
 
	Pada suatu hari ada seseorang menangkap burung.  Burung  itu
	berkata  kepadanya, "Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan.
	Lepaskan saja aku, nanti kuberi kau tiga nasehat."
 
	Si Burung berjanji akan memberikan  nasehat  pertama  ketika
	masih  berada  dalam  genggaman  orang  itu, yang kedua akan
	diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon, dan yang
	ketiga ia sudah mencapai puncak bukit.
 
	Orang itu setuju, dan meminta nasehat pertama.
 
	Kata burung itu,
 
	"Kalau  kau  kehilangan  sesuatu, meskipun kau menghargainya
	seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal."
 
	Orang itupun melepaskannya, dan burung itu  segera  melompat
	ke dahan.
 
	Di sampaikannya nasehat yang kedua,
 
	"Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal,
	apabila tak ada bukti."
 
	Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari  sana  ia
	berkata,
 
	"O  manusia malang! diriku terdapat dua permata besar, kalau
	saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya!"
 
	Orang itu sangat menyesal  memikirkan  kehilangannya,  namun
	katanya,  "Setidaknya,  katakan  padaku  nasehat yang ketiga
	itu!"
 
	Si Burung menjawab,
 
	"Alangkah tololnya kau,  meminta  nasehat  ketiga  sedangkan
	yang   kedua  pun  belum  kaurenungkan  sama  sekali!  Sudah
	kukatakan padamu agar jangan kecewa  kalau  kehilangan,  dan
	jangan  mempercayai  hal yang bertentangan dengan akal. Kini
	kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang  tak
	masuk  akal  dan menyesali kehilanganmu. Aku toh tidak cukup
	besar untuk bisa menyimpan dua permata besar!
 
	Kau tolol. Oleh  karenanya  kau  harus  tetap  berada  dalam
	keterbatasan yang disediakan bagi manusia."
 
	Catatan
 
	Dalam  lingkungan  darwis, kisah ini dianggap sangat penting
	untuk  "mengakalkan"  pikiran  siswa   Sufi,   menyiapkannya
	menghadapi   pengalaman   yang  tidak  bisa  dicapai  dengan
	cara-cara biasa.
 
	Di samping penggunaannya sehari-hari di kalangan Sufi, kisah
	ini  kedapatan  juga  dalam klasik Rumi, Mathnawi. Kisah ini
	ditonjolkan dalam Kitab Ketuhanan karya Attar, salah seorang
	guru Rumi. Kedua pujangga itu hidup pada abad ke tiga belas.
 
	------------------------------------------------------------
	K I S A H - K I S A H   S U F I
	Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
	selama seribu tahun yang lampau
	oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono)

 

Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984