Make your own free website on Tripod.com
Putuskan Kecintaanmu kepada Dunia
dengan Qurban.

 
Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Rabbku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. 6:161) Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, (QS. 6:162)
tiada sekutu baginya;dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. 6:163)
 


Bayangkanlah ini adalah diri kita...
Seorang yang sudah mulai lanjut, pemimpin masyarakat, kita diberi anak laki-laki masih bayi. Kita sangat senang selain karena naluri juga karena misi kita nanti ada yang melanjutkan. Namun, entah dengan maksud apa, Majikan kita menyuruh kita untuk membawa istri dan anak kita yang masih kecil untuk mengembara ke pada pasir... Kering-kerontang, tidak ada orang, tidak ada air.. Tetapi kita ikuti karena Majikan kita yang menyuruh.

Sesudah sampai ditempat yang kita tuju yang sulit itu, lagi-lagi Majikan kita memberi perintah yang tidak masuk akal.... Tinggalkan anak dan istrimu di padang pasir... Ini perintah apa lagi? Istri dan anak yang masih bayi ini disuruh ditinggal di padang pasir, yang kering kerontang, tidak ada air, tidak ada makanan, tidak ada orang.... Bagaimana nasib mereka nantinya?

Dengan hati yang sedih luar biasa, kita turuti perintah Majikan kita. Kita sudah percaya dengan Manjikan kita. Meninggalkan anak dan istri kita di tengah padang pasir, sendirian... . Sampai kapan? Kita tidak tahu, hanya menunggu perintah Majikan.

Bertahun-tahun kerinduan kepada anak dan istri yang ditinggalkan, memenuhi hati kita... Bagaimanakah nasib mereka? Kapankah majikan menyuruhku menemui mereka?

Akhirnya setelah 12 tahun, kita diperintahkan untuk menemui anak-istri kita... Kita gembira luar biasa! Kita akan menemui anak istri kita yang sudah kita rindukan.

Puji syukur, anak dan istri kita selamat! Anak kita sudah menjadi remaja yang tampan, berbakti, cerdas, akhlaqnya sangat baik. Gurun pasir itu kini sudah mulai menjadi ramai, menjadi kampung kecil dan istrinya menjadi orang yang dihormati. Ternyata Majikan kita tidak bohong. Kita bahagia sekali......

Namun baru beberapa saat bertemu, melepaskan kerinduan kepada anak dan istri... Kita mendapat perintah yang tidak masuk akal...Tiba- tiba kita disuruh menyembelih anak kita, dengan tangan sendiri... Ini perintah apa lagi? Tidak makes sense... Jangan-jangan Majikan 'just kidding....' . Tapi perintah itu datang tiga kali.. Majikan kita serius...

Cobalah nanti kita konsultasikan dengan anak kita, pasti dia menolak... Bisa jadi alasan kepada Majikan kita. Heran sekali! Ketika kita sampaikan dengan anak kita, dia OK-OK saja, tenang. Aduh bagaimana ini???

Akhirnya dengan menguatkan hati, kita penuhi perintah itu... betapa pun hancurnya hati kita... Di tengah padang pasir, yang tandus, peristiwa spektakuler itu terjadi... Seorang Bapak akan menyembelih putra terkasih demi perintah Majikan...

Tepat ketika akan menyembelih anak itu... Datanglah interupsi dari Majikan...
Tidak perlu kita membunuh anak itu, tetapi Majikan kita menggantinya dengan Domba yang besar dan gemuk.... Kita gembira luar biasa, tiada tara!!!

Yaa... Kita sudah tahu dan hapal orang itu adalah Ibrahim As, Bapak Para Nabi, Penghulu Ajaran Tauhid... dan Majikannya adalah ALLAH SWT sendiri...

Namun kalau kita menggunakan hati, perasaan, kita paham... Bahwa kecintaan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah luar biasa! Kecintaan yang tak terkira! Anak dan istri sebagai simbol kecintaan terdalam kepada dunia, tidak ada apa-apanya dibanding kecintaannya kepada Allah SWT.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak  dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14)
Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Rabb mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah; Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba- Nya. (QS. 3:15)


Ternyata Allah bukan memberi perintah ini tanpa makna, cuma main-main. Karena kemudian, ini adalah pelajaran universal dari Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Kaum Yahudi dan Nasrani juga menjadikan kisah ini sebagai pedoman kecintaan kepada Allah.

Namun Islam lain! Islam tidak hanya mengajarkan, menceritakan, mengabadikan kisah ini saja... Islam adalah lebih merupakan agama amal daripada kata-kata (kata Muhammad Iqbal). Islam menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk beramal. Haji, Shalat Idul Adha/Qurban dan Ibadah Qurban. Membangun hubungan dengan Allah dan membangun kecintaan kepada sesama.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak.Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah (QS 108:1-2)

Qurban adalah sarana muqarabah (mendekat) kepada Allah. Qurban adalah upaya memutus kecintaan kita kepada keindahan dunia dengan kedekatan dengan Allah (qurbatan lillahi).

Beruswah dari Bapak Para Nabi, kita jadikan qurban sebagai sikap hidup kita. Berbagi dan memberi apa yang kita punya kepada sesama. Berbagi harta, berbagi makanan, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, berbagi kata-kata mulia, berbagi senyum, berbagi kebahagiaan kepada sesama. Sebagai jalan mendekat kepada Allah SWT.

Mari kita sisihkan 50 pound sebagai sarana qurbatan lillah...

Allahumma shalli ala Muhammad wa aali Muhammad,
Kamma shalaita ala Ibrahim wa aali Ibrahim....

Warsono (Abu Afkar), Dundee, Scotland