Make your own free website on Tripod.com
  1. Maksudnya: disamping sebagian dari manusia meninggal dunia, maka ada manusia yang lain dilahirkan.
  2. Maksudnya: demikian buruk akibat mereka, sampai mereka tiada berdaya sedikitpun, tak obahnya sebagai sampah yang dihanyutkan banjir, padahal tadinya mereka bertubuh besar-besar dan kuat-kuat.
  3. Maksudnya: kaum Nabi Saleh, kaum Nabi Luth, dan kaum Nabi Syu'aib.
  4. Maksudnya: oleh karena masing-masing umat itu mendustakan rasul-Nya, maka Allah membinasakan mereka dengan berturut-turut.
  5. Yang dimaksud dengan "tanda-tanda kebesaran Allah dan bukti yang nyata" pada ayat ini ialah mu'jizat Nabi Musa as yang sembilan buah. Lihat footnote ayat 17:101
  6. Yaitu: suatu tempat di Palestina.
  7. Maksudnya: sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok syari'at.
  8. Lihat ayat 9:55
  9. Maksudnya: karena tahu bahwa mereka akan kembali kepada Rabb untuk dihisab, maka mereka khawatir kalau-kalau pemberian-pemberian (sedekah-sedekah) yang mereka berikan, dan amal ibadah yang mereka kerjakan itu tidak diterima Allah.
  10. Maksudnya: orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang disebutkan pada ayat 57 s/d 60 itulah yang bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan kebaikan-kebaikan itu akan diberikan kepada mereka dengan segera sejak di dunia ini.
  11. Maksudnya: kitab tempat malaikat-malaikat menuliskan perbuatan-perbuatan seseorang, biarpun buruk atau baik, yang akan dibacakan di hari kiamat. Lihat ayat 45:29
  12. Maksudnya: azab di akhirat.
  13. Yang dimaksudkan upah dari Rabb ialah rezki yang dianugerahkan Rabb di dunia, dan pahala di akhirat.
  14. Maksudnya: bahya kelaparan. Pernah kaum musyrikin itu mengalamai kelaparan, karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman ke Mekah, sedang Mekah dengan sekitarnya dalam keadaan paceklik, hingga amat melaratlah mereka waktu itu.
  15. Yang dimaksud dengan "thughyaan" (keterlaluan) pada ayat ini ialah kekafiran yang sangat, kesombongan dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad saw dan kaum muslimin yang kesemuanya telah melampaui batas perikemanusiaan.
  16. Yang dimaksud dengan "azab" tersebut antara lain kekalahan mereka pada perang Badar, yang dalam peperangan itu orang-orang yang terkemuka dari mereka banyak terbunuh atau ditawan, dan musim kering yang menimpa mereka, hingga mereka menderita kelaparan. Lihat footnote ayat 23:75
  17. Yang dimaksud dengan "bersyukur" di sini ialah menggunakan alat-alat tsb. untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Allah, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah swt serta ta'at dan patuh kepada-Nya. Kaum muslimin memang tidak berbuat demikian.
  18. Maksudnya: diancam dengan hari berbangkit.
  19. Yang dimaksud dengan "kebenaran" di sini ialah kepercayaan tentang tauhid dan hari berbangkit.
  20. lihat no. 14
  21. Maksudnya: perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan kaum musyrikin yang tidak baik itu hendaklah dihadapi Nabi dengan yang baik, umpama dengan mema'afkannya, asal tidak membawa kepada kelemahan dan kemunduran da'wah.
  22. Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakaratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.
  23. Maksudnya: mereka telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.
  24. Maksudnya: pada hari kiamat itu manusia tidak dapat tolong-menolong walaupun dalam kalangan keluarga.
  25. Maksudnya: orang-orang mu'min yang beramal saleh.
  26. Maksudnya: orang-orang kafir karena kepercayaan dan amal mereka tidak dihargai oleh Allah di hari kiamat. Lihat ayat 18:105
  27. Maksud ayat 108, 110, dan 111 ialah bahwa orang-orang kafir itu diperintahkan tinggal tetap di neraka dan tidak boleh berbicara dengan Allah, karena mereka selalu mengejek-ejek orang-orang yang beriman, berdo'a kepada Allah supaya diberi ampun dan rahmat.
  28. Maksudnya: mereka hendaknya harus mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanyalah sebentar saja, sebab itu mereka seharusnya janganlah hanya mencurahkan perhatian kepada urusan duniawi saja.
  29. Maksud ayat ini ialah: tidak pantas orang yang beriman nikah dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya.
  30. Yang dimaksud dengan "wanita-wanita yang baik-baik" di sini ialah wanita-wanita yang suci, akil balig, dan muslimah.
  31. Maksud ayat 6 dan 7 ialah: Orang yang menuduh isterinya berzina dengan tidak mengajukan empat orang saksi, haruslah bersumpah dengan nama Allah empat kali, bahwa dia adalah benar dalam tuduhannya itu. Kemudian dia bersumpah sekali lagi bahwa dia akan kena la'nat Allah jiak dia berdusta. Masalah ini dalam fiqh dikenal dengan "Li'an".
  32. Berita bohong ini mengenai isteri Rasulullah saw 'Aisyah ra Ummul Mu'miniin, sehabis perang dengan Bani Mushthaliq bulan Sya'ban 5 H. Peperangan itu diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula 'Aisyah dengan Nabi berdasarkan undian yang diadakan antara isteri-isteri beliau. Dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. 'Aisyah keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba ia merasa kalungnya hilang, lalu ia pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan anggapan 'Aisyah masih ada dalam sekedup. Setelah 'Aisyah mengetahui sekedupnya sudah berangkat dia duduk ditempatnya dan mengharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya. Kebetulan lewat di dekat situ sahabat Nabi, Shafwan ibnu Mu'aththal, diketemukannya seorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut seraya mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, isteri Rasul!". 'Aisyah terbangun. Lalu dia dipersilahkan oleh Shafwan mengendarai untanya. Shafwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. orang-orang yang melihatnya membicarakannya menurut pendapat masing-masing. Mulailah timbul desas-desus. Kemudian kaum munafik membesar-besarkannya, maka fitnahan atas 'Aisyah ra itupun bertambah luas, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin.
  33. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar ra bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat menyiarkan berita bohong tentang diri 'Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh mema'afkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.
  34. Yang dimaksud dengan "wanita-wanita yang lengah" ialah wanita-wanita yang tidak sekali juga teringat oleh mereka akan melakukan perbuatan yang keji itu.
  35. Ayat ini menunjukkan kesucian 'Aisyah ra dan Shafwan dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi isteri beliau.
  36. Maksudnya: hendaknya laki-laki yang belum menikah atau wanita-wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat menikah.
  37. Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu seorang hamba boleh meminta kepada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaknya menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi pembayaran itu dengan harta yang halal.
  38. Untuk mempercepat lunasnya perjanjian itu hendaklah budak-budak itu ditolong dengan harta-harta yang diambilkan dari zakat atau harta lainnya.
  39. Maksudnya: Allah akan mengampuni budak-budak wanita yang dipaksa melakukan pelacuran oleh tuannya, selama mereka tidak mengulangi perbuatannya itu lagi.
  40. Yang dimaksud dengan "lobang yang tidak tembus" (misykat) ialah suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus sampai ke sebelahnya, biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang-barang lainnya.
  41. Maksudnya: pohon zaitun itu tumbuh di atas puncak bukit. Ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.
  42. Yang bertasbih ialah laki-laki yang tersebut pada ayat 37 berikutnya.
  43. orang-orang kafir karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapat balasan dari Allah di akhirat walaupun di dunia mereka mengira akan mendapat balasan atas amalan mereka itu.
  44. Masing-masing mahluq mengetahui cara shalat dan tasbih kepada Allah dengan ilham dari Allah.
  45. Maksudnya: dipanggil untuk bertahkim kepada Kitabullah.
  46. Maksudnya: diantara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin.
  47. Yang dimaksud dengan "takut kepada Allah" ialah takut kepada Allah disebabkan dosa-dosanya yang telah dikerjakannya, dan yang dimaksud dengan "takwa" ialah memelihara diri dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi.
  48. Maksudnya: tiga macam waktu yang biasanya di waktu-waktu itu badan banyak terbuka. Oleh sebab itu Allah melarang budak-budak dan anak-anak di bawah umur untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu tsb.
  49. Maksudnya: tidak berdosa kalau mereka tidak dicegah masuk tanpa izin, dan tidak pula mereka berdosa kalau masuk tanpa meminta izin.
  50. Maksudnya: anak-anak dari orang-orang yang merdeka yang bukan mahram, yang telah balig, haruslah meminta izin lebih dahulu kalau hendak masuk menurut cara orang-orang yang tsb. pada ayat 27 dan 28 surat ini meminta izin.
  51. Maksudnya: pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat.
  52. Maksudnya: rumah yang diserahkan kepada kamu mengurusnya.
  53. Maksudnya: jin dan manusia.
  54. Maksudnya: segala sesuatu yang dijadikan Allah diberikannya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup.
  55. Yang dimaksud oleh mereka dengan "kaum yang lain" itu ialah orang-orang yang sudah masuk Islam.
  56. Maksudnya: kalau Allah menghendaki niscaya dijadikan-Nya untuk Muhammad saw surga-surga dan istana-istana seperti bakal diperolehnya di akhirat. Tetapi Allah tidak menghendaki yang demikian, agar manusia itu tunduk dan beriman kepada Allah bukanlah karena dipengaruhi oleh benda, melainkan berdasarkan kepada bukti-bukti yang nyata dan dalil-dalil yang nyata.
  57. Zahir ayat ini menunjukkan bahwa neraka itu dapat melihat, dan ini mungkin terjadi dengan kekuasaan Allah. Atau ayat ini menggambarkan bagaimana dahsyat dan seramnya neraka itu agar setiap orang dapat menggambarkannya.
  58. Maksudnya: mereka mengharapkan kebinasaan, agar terlepas dari siksa yang amat besar, yaitu azab di neraka yang amat panas dengan dibelenggu, di tempat yang amat sempit pula, sebagai yang dilukiskan itu.
  59. Harapan mereka untuk dibinasakan sekaligus tidak dikabulkan oleh Allah, tetapi mereka akan mengalami azab yang lebih besar selama-lamanya.
  60. Maksudnya: setelah mereka dikumpulkan bersama-sama apa yang mereka sembah, yaitu: malaikat, Uzair, nabi Isa as dan berhala-berhala dan setelah Allah menanyakan kepada yang disembah itu, apakah mereka yang menyesatkan orang-orang itu ataukah orang-orang itu sesat sendirian, maka yang disembah itu menjawab bahwa tidaklah patut bagi mereka untuk menyembah selain Allah, apalagi untuk menyuruh orang lain menyembah selain Allah.
  61. Maksudnya: di hari mereka menemui kematian atau di hari kiamat.
  62. Ini suatu ungkapan yang biasa disebut oleh orang Arab di waktu menemui musuh yang tidak dapat dielakkan lagi atau ditimpa suatu bencana yang tidak dapat dihindari. Ungkapan ini berarti: "Semoga Allah menghindarkan bahaya ini dari saya".
  63. Yang dimaksud dengan "amal mereka" di sini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tak dibalasi oleh Allah karena mereka tidak beriman.
  64. Yang dimaksud dengan "kerajaan yang hak" ialah kekuasaan yang mutlak yang tak dapat disertai oleh suatu apapun juga.
  65. Menggigit tangan (jari) maksudnya menyesali perbuatannya.
  66. Yang dimaksud dengan "si fulan" ialah syaitan atau orang yang telah menyesatkannya di dunia.
  67. Maksudnya: al-Qur'an itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur-angsur agar dengan cara demikian hati nabi Muhammad saw menjadi kuat dan tetap.
  68. Maksudnya: setiap kali mereka datang kepada nabi Muhammad saw membawa suatu hal yang aneh berupa usul dan kecaman, Allah menolaknya dengan suatu yang benar dan nyata.
  69. "Rass" ialah telaga yang sudah kering airnya. Kemudian dijadikan nama suatu kaum, yaitu kaum Rass. Mereka menyembah patung, lalu Allah mengutus Nabi Syu'aib as kepada mereka.
  70. Maksudnya: bayang-bayang itu Kami hapuskan dengan perlahan-lahan sesuai dengan terbenamnya matahari sedikit demi sedikit.
  71. "Mushaharah" artinya hubungan kekeluargaan yang berasal dari pernikahan, seperti menantu, ipar, mertua, dsb.
  72. lihat no. 548
  73. Maksudnya: orang-orang yang shalat tahajjud di malam hari semata-mata karena Allah.
  74. lihat no. 10
  75. Maksudnya: penduduk Mekah
  76. Maksudnya: ayat-ayat al-Qur'an yang baru diturunkan.
  77. Maksudnya: agar Harun itu diangkat menjadi Rasul untuk membantunya.
  78. Musa mengatakan dia berdosa terhadap orang-orang Mesir adalah menurut anggapan orang-orang Mesir itu, karena Musa tidak berdosa sebab membunuh orang Mesir itu tidak sengaja. Selanjutnya lihat ayat 28:15
  79. Nabi Musa as tinggal bersama Fir'aun selama kurang lebih 18 tahun, sejak kecil.
  80. Maksudnya: perbuatan Nabi Musa as membunuh orang Qibti. Selanjutnya lihat ayat 28:15
  81. Yaitu di waktu pagi di hari yang dirayakan.
  82. Maksudnya: mereka mengharapkan benar bahwa ahli sihir itulah yang menang.
  83. Maksudnya: tali-temali dan tongkot-tongkat yang dilemparkan ahli sihir itu yang terbayang seolah-olah menjadi ular, semuanya ditelan oleh tongkat nabi Musa as yang benar-benar menjadi ular.
  84. Maksudnya: memotong tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya.
  85. Dengan pengejaran Fir'aun dan kaumnya untuk menyusul Musa as dan Bani Israil, maka mereka telah keluar dari negeri mereka dengan meninggalkan kerajaan, kebesaran, kemewahan dsb.
  86. Maksudnya: Allah akan memberikan kepada Bani Israil kerajaan yang kuat, kerasulan dsb. di negeri yang telah dijanjikan (Palestina).
  87. Yang dimaksud dengan "golongan yang lain" ialah Fir'aun dan kaumnya. Maksud ayat ini ialah di bagian yang terbelah itu Allah memperdekatkan antara Fir'aun dan kaumnya dengan Musa as dan Bani Israil.
  88. Maksudnya: untuk bermewah-mewah dan memperlihatkan kekayaan.
  89. Yang dimaksud dengan "penduduk Aikah" ialah penduduk Mad-yan yaitu kaum Nabi Syu'aib as.
  90. Yang dimaksud dengan "ayat ini" ialah bahwa sebagian penyair-penyair itu suka mempermainkan kata-kata dan tidak mempunyai tujuan yang baik yang tertentu dan tidak punya pendirian.
  91. lihat no. 10
  92. Maksudnya: meletakkan tangan ke dada melalui leher baju.
  93. Maksudnya: Nabi Sulaiman as menggantikan kenabian dan kerajaan nabi Daud as serta mewarisi ilmu pengetahuan dan kitab Zabur yang diturunkan kepadanya.
  94. Hud-hud: sejenis burung pelatuk.
  95. Saba ialah nama kerajaan di zaman dahulu, ibukotanya Ma'rib yang letaknya dekat kota San'a ibukota Yaman sekarang.
  96. Yaitu ratu Balqis yang memerintah kerajaan Sabaiyah di zaman Nabi Sulaiman as.
  97. Umpamanya: menurunkan hujan dari langit, menumbuhkan tanam-tanaman, mengeluarkan logam dari bumi, dsb.
  98. Al-Kitab di sini maksudnya ialah: Kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman as ialah Taurat dan Zabur.
  99. Maksudnya: pengetahuan tentang kenabian Sulaiman as. Balqis telah mengetahui kenabian Sulaiman itu, sebelum dipindahkan singgasananya dari negeri Saba' ke Palestina dalam sekejap mata.
  100. Menurut ahli tafsir yang dimaksud dengan "kota ini" ialah kota kaum Tsamud yaitu kota Al-Hijr.
  101. Yaitu Saleh as dan orang-orang yang beriman kepada Allah yang bersama dia.
  102. lihat no. 275
  103. Perkataan kaum Luth kepada sesamanya itu merupakan ejekan kepada Luth dan orang-orang yang beriman kepadanya, karena Luth dan orang-orang yang bersamanya tidak mau mengerjakan perbuatan mereka.
  104. Yang dimaksud dengan "dua laut" di sini ialah laut yang asin dan sungai yang besar bermuara ke laut. Sungai yang tawar itu setelah sampai di muara, tidak langsung menjadi asin.
  105. Yang dimaksud dengan "menjadikan manusia sebagai khalifah" ialah menjadikan manusia berkuasa di muka bumi.
  106. Yang dimaksud dengan "rahmat Rabb" di sini ialah air hujan yang menyebabkan suburnya tumbuh-tumbuhan.
  107. Maksudnya: hari kebangkitan.
  108. Maksudnya: Allah menerangkan bahwa kedatangan sebagian azab kepada mereka telah pasti. Para mufassirin menafsirkan bahwa azab yang segera mereka alami ialah kekalahan mereka di peperangan Badar.
  109. Yang dimaksud dengan "perkataan" di sini ialah ketentuan masa datangnya kehancuran alam. Salah satu dari tanda-tanda kehancuran alam ialah keluarnya dari bumi sejenis binatang melata yang disebut pada ayat ini.
  110. Maksudnya: orang-orang musyrik Arab mendustakan ayat-ayat Allah, tanpa memikirkannya lebih dahulu.
  111. lihat no. 10
  112. Golongan yang ditindas itu ialah Bani Israil, yang anak-anak laki-laki mereka dibunuh dan anak-anak perempuan mereka dibiarkan hidup.
  113. lihat no. 560
  114. Fir'aun selalu khawatir bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil karena itu dia membunuh anak-anak laki-laki di kalangan Bani Israil. Ayat ini menyatakan bahwa akan terjadi apa yang dikhawatirkannya itu.
  115. Setelah ibu Musa menghanyutkan Mua di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya lantaran kekhawatirannya atas keselamatan Musa bahkan hampir-hampir ia berteriak minta tolong pada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri.
  116. Maksudnya: tengah hari, di waktu penduduk sedang istirahat.
  117. Maksudnya: Musa menyesal atas kematian orang itu disebabkan pukulannya, karena dia bukanlah bermaksud untuk membunuhnya, hanya semata-mata membela kaumnya.
  118. Maksudnya: mereasa sangat khawatir, kalau-kalau ada orang yang menyusul untuk menangkapnya.
  119. Yang dimaksud dengan "Khair (kebaikan)" pada ayat ini menurut sebagian besar ahli Tafsir ialah "barang sedikit makanan".
  120. Setelah Musa as menyelesaikan perjanjian dengan Syu'aib as ia berangkat dengan keluarganya dengan sejumlah kambing yang diberi mertuanya, maka pada suatu malam yang sangat gelap dan dingin Musa as tiba di suatu tempat tetapi setiap beliau menghidupkan api, api itu tidak mau menyalal. Hal itu sangat mengherankan Musa. Maka ia berkata kepada isterinya sebagai tsb. pada ayat 29.
  121. Di tempat dan di saat itulah Musa as mulai diangkat menjadi rasul.
  122. Maksudnya: meletakkan tangan ke dada melalui leher baju.
  123. Maksudnya: karena Musa as merasa takut, Allah memerintahkan untuk mendekapkan tangan ke dadanya agar rasa takut itu hilang.
  124. Nabi Musa as selain merasa takut kepada Fir'aun juga merasa dirinya kurang lancar bicara menghadapi Fir'aun. Maka dimohonkannya agar Allah mengutus Harun as bersamanya, yang lebih petah lidahnya.
  125. Maksudnya: membuat batu bata.
  126. Maksudnya: di sebelah barat lembah suci "Thuwa"; lihat ayat 20:12
  127. Yang dimaksud dengan "kebenaran" di sini ialah al-Qur'an.
  128. Allah swt menurunkan al-Qur'an ini bagian demi bagian supaya orang kafir Mekah dapat memahaminya dengan baik dan supaya mereka beriman dengannya.
  129. Mereka diberi pahala dua kali ialah: kali pertama karena mereka beriman kepada Taurat dan kali kedua ialah mereka beriman kepada al-Qur'an.
  130. Maksudnya: sesudah mereka hancur tempat itu sudah kosong dan tidak dimakmurkan lagi, hingga kembalilah pemiliknya yang hakiki yaitu Allah.
  131. Maksudnya: hal-hal yang berhubungan dengan duniawi, seperti: pangkat, kekayaan, keturunan, dsb.
  132. Maksudnya: orang yang diberi keni'matan hidup duniawi, tetapi tidak dipergunakannya untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat, karena itu dia di akhirat diseret ke dalam neraka.
  133. Maksudnya: mereka yang disekutukan dengan Allah.
  134. Yang dikatakan sekutu Allah itu berkata bahwa mereka menyesatkan pengikut-pengikutnya adalah dengan kemauan pengikut-pengikut itu sendiri, bukan karena paksaan dari pihak mereka, sebagaimana mereka sendiri sesat adalah kemauan mereka pula.
  135. Bila Allah telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus mena'ati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah.
  136. Maksudnya: Allah sendirilah yang menentukan segala sesuatu dan ketentuan-ketentuan itu pasti berlaku dan Dia pulalah yang mempunyai kekuasaan yang mutlak.
  137. Yang dimaksud dengan "saksi" di sini ialah rasul yang telah diutus kepada mereka waktu di dunia.
  138. Maksudnya: di waktu itu yakinlah mereka, bahwa apa yang telah diterangkan Allah dengan perantaraan rasul-Nya itulah yang benar.
  139. Karun ialah seorang anak paman nabi Musa as.
  140. Menurut mufasir: Karun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.
  141. Yang dimaksud kampung akhirat di sini ialah kebahagiaan dan keni'matan di akhirat.
  142. Maksudnya: surga.
  143. Yang dimaksud dengan "tempat kembali" di sini ialah kota Mekah. Ini adalah suatu janji dari Allah bahwa Muhammad saw akan kembali ke Mekah sebagai orang yang menang, dan ini sudah terjadi pada tahun 8 H di waktu Nabi menaklukkan Mekah. Ini merupakan suatu mu'jizat bagi Nabi.
  144. Maksudnya: al-Qur'anulkarim itu diturunkan bukanlah karena nabi Muhammad saw mengharap agar diturunkan, melainkan karena rahmat daripada Allah.
  145. lihat no. 10
  146. Maksudnya: orang itu takut kepada penganiayaan-penganiayaan manusia terhadapnya karena imannya, seperti takutnya kepada azab Allah, karena itu ditinggalkannya imannya itu.
  147. Maksudnya: mereka menyatakan bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafa'at kepada mereka di sisi Allah dan ini adalah dusta.
  148. Maksudnya: Allah membangkitkan manusia sesudah mati kelak di akhirat.
  149. Yaitu dengan memberikan anak cucu yang baik, kenabian yang terus-menerus pada keturunannya, dan pujian-pujian yang baik.
  150. Sebagian ahli tafsri mengartikan "taqtha'uunas sabiil" dengan melakukan perbuatan keji terhadap orang-orang yang dalam perjalanan karena mereka sebagian besar melakukan homoseksual itu dengan tamu-tamu yang datang ke kampung mereka. Ada lagi yang mengartikan dengan "merusak jalan keturunan" karena mereka berbuat homoseksual itu.
  151. Maksudnya: kabar bahwa nabi Ibrahim as akan mendapat putera.
  152. lihat no. 729
  153. Maksudnya: bekas-bekas runtuhan Sodom, negeri kaum Luth.
  154. lihat no. 669
  155. Yang dimaksud "orang yang zalim" ialah: orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.
  156. Yaitu di antara mereka yang diberi Kitab Taurat, seperti Abdullah bin Salam dan orang yang besertanya.
  157. Maksudnya: ayat-ayat al-Qur'an itu terpelihara dalam dada dengan dihafal oleh banyak kaum muslimin turun temurun dan dipahami oleh mereka, sehingga tidak ada seorangpun yang dapat merubahnya.
  158. Yang dimaksud dengan "waktu yang telah ditetapkan" ialah menjanjikan azab itu pada hari Pembalasan, di akhirat.
  159. Maksudnya: dengan memurnikan keta'atan semata-mata kepada Allah.
  160. Maksudnya: mendustakan kenabian nabi Muhammad saw.
  161. lihat no. 10
  162. Maksudnya: Rumawi Timur yang berpusat di Konstantinopel.
  163. Maksudnya: terdekat ke negeri Arab yaitu Syria dan Palestina sewaktu menjadi jajahan karajaan Rumawi Timur.
  164. Bangsa Rumawi adalah suatu bangsa yang beragama Nasrani yang mempunyai Kitab suci sedang Persia adalah beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa itu saling berperang. Ketika tersiar berita kekalahan bangsa Rumawi oleh bangsa Persia, maka kaum musyrik Mekah menyambutnya dengan kegembiraan karena berpihak kepada orang musyrikin Persia. Sedang kaum muslimin berduka cita karenanya. Kemudian turunlah ayat ini dan ayat berikutnya menerangkan bahwa bangsa Rumawi sesudah kalah itu akan mendapat kemenangan dalam masa beberapa tahun saja. Hal itu benar-benar terjadi. Beberapa tahun sesudah itu, menanglah bangsa Rumawi dan kalahlah bangsa Persia. Dengan kejadian yang demikian nyatalah kebenaran Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul dan kebenaran al-Qur'an sebagai firman Allah.
  165. Ialah antara tiga sampai sembilan tahun. Waktu antara kekalahan bangsa Rumawi (tahun 614-615) dengan kemenangannya (tahun 622 M) ialah kira-kira 7 tahun.
  166. lihat no. 46
  167. Menurut sebagian ahli tafsir ayat ini diartikan: "...sedang mereka menjadi kafir, adalah disebabkan berhala-berhala".
  168. Maksud bertasbih pada ayat 17 ialah bershalat. Ayat-ayat 17 dan 18 menerangkan tentang waktu shalat yang lima.
  169. Fitrah Allah maksudnya: ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid hanyalah lantaran pengaruh lingkungan.
  170. Maksudnya: meninggalkan agama Tauhid dan menganut pelbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka.
  171. Yang dimaksud dengan "rahmat" di sini ialah lepas dari bahaya itu.
  172. Yaitu: Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan ma'siat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.
  173. Yakni sebagian mereka berada dalam surga dan sebagian yang lain berada dalam neraka.
  174. "Pembawa berita gembira" maksudnya: Awan yang tebal yang ditiup angin lalu menurunkan hujan. Karenanya dapat dirasakan rahmat Allah dengan tumbuhnya biji-biji yang telah disemaikan dan menghijaunya tanaman-tanaman serta berbuahnya tumbuh-tumbuhan dsb.
  175. Yaitu: dengan seizin Allah dan dengan sekehendak-Nya.
  176. Dengan kedatangan rasul-rasul yang cukup membawa keterangan-keterangan kepada kaumnya itu, maka sebagian mereka mempercayakan dan sebagian lagi mendustakannya bahkan sampai ada yang menyakitinya. Maka terhadap orang yang berdosa seperti itu Allah menyiksa mereka.
  177. orang-orang kafir itu disamakan Rabb dengan orang-orang mati yang tidak mungkin lagi mendengarkan pelajaran-pelajaran. Begitu juga disamakan orang-orang kafir itu dengan orang-orang tuli yang tidak bisa mendengar panggilan sama sekali apabila mereka sedang membelakangi kita.
  178. Maksudnya: sebagaimana mereka berdusta dalam perkataan mereka ini, seperti itu pulalah mereka selalu berdusta di dunia.
  179. lihat no. 10
  180. Yang dimaksud dengan "kepadanya" ialah kepada orang yang mempergunakan perkataan-perkataan yang tidak berfaedah untuk menyesatkan manusia.
  181. Maksudnya: selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur 2 tahun.
  182. Yang dimaksud dengan "Allah Maha Halus" ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimanapun kecilnya.
  183. Maksudnya: ketiak kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
  184. Yang dimaksud dengan "Kalimat Allah" ialah Ilmu-Nya dan Hikmah-Nya.
  185. Maksudnya: menciptakan manusia dan membangkitkan mereka lagi pada hari kiamat adalah amat mudah bagi Allah swt.
  186. lihat no. 978
  187. Yang dimaksud dengan "jalan yang lurus" ialah mengakui keesaan Allah.
  188. Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.
  189. lihat no. 548
  190. lihat no. 46
  191. Maksud "urusan itu naik kepada-Nya" ialah: beritanya yang dibawa oleh malaikat. Ayat ini tamsil bagi kebesaran Allah dan keagungan-Nya.
  192. Maksudnya: dihidupkan kembali untuk menerima balasan Allah pada hari kiamat.
  193. Maksudnya: mereka sujud tunduk patuh kepada Allah serta khusu'. Disunnahkan mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini.
  194. Maksudnya: mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur, untuk mengerjakan shalat malam.
  195. Maksudnya: sebagaimana telah diberikan kepada Musa as, Taurat, begitu juga diberikan kepada Muhammad saw al-Qur'an. Dan sebagaimana Taurat dijadikan petunjuk bagi Bani Israil, maka dijadikan al-Qur'an petunjuk bagi umatmu.
  196. Yang dimaksud dengan "sabar" ialah sabar dalam menegakkan kebenaran.
  197. Hari kemenangan ialah hari Hari Kiamat atau kemenangan dalam perang Badar, atau penaklukan negeri Mekah.
  198. Nabi Muhammad saw bersama orang-orang mu'min disuruh menunggu kemenangan atau orang kafir dan kehancuran mereka.
  199. Zhihar ialah perkataan seorang suami kepada isterinya: "Punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku" atau perkataan lain yang sama maksudnya. Adalah menjadi adat kebiasaan bagi orang Arab Jahiliyah bahwa bila dia berkata demikian kepada isterinya maka isterinya itu haram baginya selama-lamanya. Tetapi setelah Islam datang, maka yang haram untuk selama-lamanya itu dihapuskan dan isteri-isteri kembali halal baginya dengan membayar kaffarat (denda).
  200. Maula-maula ialah seorang hamba sahaya yang sudah dimerdekakan atau seorang yang telah dijadikan anak angkat, seperti Salim anak angkat Huzaifah, dipanggil maula Huzaifah.